SuaraAksara
mengabarkandanmenginspirasiperubahan

Suara Aksara (c) 2026

Berita Terkini

​Waspada Curah Hujan Tinggi, Wisata Berbasis Sungai di TN Gunung Gede Pangrango Ditutup Sementara

Mei 04, 2026

SUARAAKSARA, CIANJUR – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) resmi mengeluarkan kebijakan penutupan sementara untuk seluruh kegiatan wisata alam berbasis sungai di kawasan taman nasional tersebut. Keputusan ini diambil merespons kondisi curah hujan yang cukup tinggi guna menjamin keselamatan para pengunjung.

​Berdasarkan Surat Edaran Nomor: SE 07 TAHUN 2026 yang ditandatangani oleh Kepala Balai Besar TNGGP, Sapto Aji Prabowo, penutupan ini mulai berlaku efektif sejak tanggal 3 Mei 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.

Alasan Keamanan Jadi Prioritas

​Langkah antisipatif ini diambil setelah memperhatikan perkembangan cuaca dan intensitas hujan yang meningkat di area pegunungan. Curah hujan tinggi dikhawatirkan dapat memicu kenaikan debit air sungai secara tiba-tiba (banjir bandang) yang membahayakan aktivitas wisatawan di sepanjang aliran sungai.

​Beberapa poin utama dalam surat edaran tersebut antara lain:

  • Penutupan Total: Seluruh aktivitas wisata berbasis sungai di kawasan TN Gunung Gede Pangrango dilarang untuk sementara waktu.
  • Pemantauan Ketat: Petugas di lapangan diinstruksikan untuk terus memantau kenaikan debit air dan memastikan area sungai di dekat perkemahan atau lokasi wisata tetap steril dari pengunjung.
  • Himbauan Kewaspadaan: Pengunjung dan penggiat alam diminta untuk lebih waspada dan mematuhi arahan petugas saat beraktivitas di sekitar kawasan.

Informasi Layanan Pengunjung

​Bagi masyarakat atau calon wisatawan yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai status operasional kawasan, pihak pengelola menyediakan beberapa kanal komunikasi resmi:

  • Call Center: 0811 915 5 815
  • Instagram: @bbtn_gn_gedepangrango
  • Facebook: @BBTN Gede Pangrango
  • Twitter/X: @TNGedePangrango

​Pihak Balai Besar meminta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat dan pelaku jasa wisata untuk mematuhi aturan ini demi keselamatan bersama. Penutupan akan dievaluasi kembali setelah kondisi cuaca dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Sumber: Surat Edaran BBTNGGP Mei 2026